Tampilkan postingan dengan label My Lovely Babies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Lovely Babies. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

~Cintai Buah Hatiku~

Cintaku,...
Jadilah engkau permata  hatiku, yang dapat menyejukkan hati ibumu kelak.

Agar Buah Hati Menjadi Penyejuk Hati
Kehadiran sang buah hati dalam sebuah rumah tangga bisa diibaratkan seperti keberadaan bintang di malam hari, yang merupakan hiasan bagi langit. Demikian pula arti keberadaan seorang anak bagi pasutri, sebagai perhiasan dalam kehidupan dunia. Ini berarti, kehidupan rumah tangga tanpa anak, akan terasa hampa dan suram.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Qs.al-Kahfi: 46)

Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوّاً لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” (Qs. At-Taghaabun:14)

Makna “menjadi musuh bagimu” adalah melalaikan kamu dari melakuakan amal shaleh dan bisa menjerumuskanmu ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika menafsirkan ayat di atas, syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “…Karena jiwa manusia memiliki fitrah untuk cinta kepada istri dan anak-anak, maka (dalam ayat ini) Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan hamba-hamba-Nya agar (jangan sampai) kecintaan ini menjadikan mereka menuruti semua keinginan istri dan anak-anak mereka dalam hal-hal yang dilarang dalam syariat. Dan Dia memotivasi hamba-hamba-Nya untuk (selalu) melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mendahulukan keridhaan-Nya…” .

Kewajiban Mendidik Anak

Agama Islam sangat menekankan kewajiban mendidik anak dengan pendidikan yang bersumber dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (Qs. at-Tahriim: 6)

Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu ketika menafsirkan ayat di atas berkata, “(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu dan keluargamu.”

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertobat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya. Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam), serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya” .

Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhu memakan kurma sedekah, padahal waktu itu Hasan radhiallahu ‘anhu masih kecil, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hekh hekh” agar Hasan membuang kurma tersebut, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kita (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keturunannya) tidak boleh memakan sedekah?”

Imam Ibnu Hajar menyebutkan di antara kandungan hadits ini adalah bolehnya membawa anak kecil ke mesjid dan mendidik mereka dengan adab yang bermanfaat (bagi mereka), serta melarang mereka melakukan sesuatu yang membahayakan mereka sendiri, (yaitu dengan) melakukan hal-hal yang diharamkan (dalam agama), meskipun anak kecil belum dibebani kewajiban syariat, agar mereka terlatih melakukan kebaikan tersebut .

Metode Pendidikan Anak yang Benar

Agama Islam yang sempurna telah mengajarkan adab-adab yang mulia untuk tujuan penjagaan anak dari upaya setan yang ingin memalingkannya dari jalan yang lurus sejak dia dilahirkan ke dunia ini. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan hanif (suci dan cenderung kepada kebenaran), kemudian setan mendatangi mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka (Islam).”

Dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tangisan seorang bayi ketika (baru) dilahirkan adalah tusukan (godaan untuk menyesatkan) dari setan.”

Perhatikanlah hadits yang agung ini, bagaimana setan berupaya keras untuk memalingkan manusia dari jalan Allah sejak mereka dilahirkan ke dunia, padahal bayi yang baru lahir tentu belum mengenal nafsu, indahnya dunia dan godaan-godaan duniawi lainnya, maka bagaimana keadaannya kalau dia telah mengenal semua godaan tersebut?

Maka di sini terlihat jelas fungsi utama syariat Islam dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjaga anak yang baru lahir dari godaan setan, melalui adab-adab yang diajarkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berhubungan dengan kelahiran seorang anak.

Sebagai contoh misalnya, anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seorang suami yang akan mengumpuli istrinya, untuk membaca doa,

بسم الله اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَاz

“Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang suami yang ingin mengumpuli istrinya membaca doa tersebut, kemudian Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.”

Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa syariat Islam merupakan satu-satunya metode yang benar dalam pendidikan anak, yang ini berarti bahwa hanya dengan menerapkan syariat Islamlah pendidikan dan pembinaan anak akan membuahkan hasil yang baik.

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-’Utsaimin berkata, “Yang menentukan (keberhasilan) pembinaan anak, susah atau mudahnya, adalah kemudahan (taufik) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan jika seorang hamba bertakwa kepada Allah serta (berusaha) menempuh metode (pembinaan) yang sesuai dengan syariat Islam, maka Allah akan memudahkan urusannya (dalam mendidik anak), Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.” (Qs. ath-Thalaaq: 4)

Pembinaan Rohani dan Jasmani

Cinta yang sejati kepada anak tidaklah diwujudkan hanya dengan mencukupi kebutuhan duniawi dan fasilitas hidup mereka. Akan tetapi yang lebih penting dari semua itu pemenuhan kebutuhan rohani mereka terhadap pengajaran dan bimbingan agama yang bersumber dari petunjuk al-Qur-an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah bukti cinta dan kasih sayang yang sebenarnya, karena diwujudkan dengan sesuatu yang bermanfaat dan kekal di dunia dan di akhirat nanti.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi-Nya Ya’qub ‘alaihissalam yang sangat mengutamakan pembinaan iman bagi anak-anaknya, sehingga pada saat-saat terakhir dari hidup beliau, nasehat inilah yang beliau tekankan kepada mereka. Allah berfirman,

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهاً وَاحِداً وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) kematian, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab, ‘Kami akan menyembah Rabb-mu dan Rabb nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Rabb Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya.’” (Qs. al-Baqarah: 133)

Renungkanlah teladan agung dari Nabi Allah yang mulia ini, bagaimana beliau menyampaikan nasehat terakhir kepada anak-anaknya untuk berpegang teguh dengan agama Allah , yang landasannya adalah ibadah kepada Allah semata-semata (tauhid) dan menjauhi perbuatan syirik (menyekutukan-Nya dengan makhluk). Dimana kebanyakan orang pada saat-saat seperti ini justru yang mereka berikan perhatian utama adalah kebutuhan duniawi semata-mata; apa yang kamu makan sepeninggalku nanti? Bagaimana kamu mencukupi kebutuhan hidupmu? Dari mana kamu akan mendapat penghasilan yang cukup?

Dalam ayat lain Allah berfirman,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi nasehat kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’” (Qs. Luqmaan: 13)

Lihatlah bagaimana hamba Allah yang shaleh ini memberikan nasehat kepada buah hati yang paling dicintai dan disayanginya, orang yang paling pantas mendapatkan hadiah terbaik yang dimilikinya, yang oleh karena itulah, nasehat yang pertama kali disampaikannya untuk buah hatinya ini adalah perintah untuk menyembah (mentauhidkan) Allah semata-mata dan menjauhi perbuatan syirik .

Manfaat dan Pentingnya Pendidikan Anak

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya – berkata, “Salah seorang ulama berkata, ‘Sesugguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat (nanti) akan meminta pertanggungjawaban dari orang tua tentang anaknya sebelum meminta pertanggungjawaban dari anak tentang orang tuanya. Karena sebagaimana orang tua mempunyai hak (yang harus dipenuhi) anaknya, (demikian pula) anak mempunyai hak (yang harus dipenuhi) orang tuanya. Maka sebagaimana Allah berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْأِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْناً

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya.” (Qs. al-’Ankabuut: 

(Demikian juga) Allah berfirman,

قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (Qs. at-Tahriim: 6)

Maka barangsiapa yang tidak mendidik anaknya (dengan pendidikan) yang bermanfaat baginya dan membiarkannya tanpa bimbingan, maka sungguh dia telah melakukan keburukan yang besar kepada anaknya tersebut. Mayoritas kerusakan (moral) pada anak-anak timbulnya (justru) karena (kesalahan) orang tua sendiri, (dengan) tidak memberikan (pengarahan terhadap) mereka, dan tidak mengajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban serta anjuran-anjuran (dalam) agama. Sehingga karena mereka tidak memperhatikan (pendidikan) anak-anak mereka sewaktu kecil, maka anak-anak tersebut tidak bisa melakukan kebaikan untuk diri mereka sendiri, dan (akhirnya) merekapun tidak bisa melakukan kebaikan untuk orang tua mereka ketika mereka telah lanjut usia. Sebagaimana (yang terjadi) ketika salah seorang ayah mencela anaknya yang durhaka (kepadanya), maka anak itu menjawab: “Wahai ayahku, sesungguhnya engkau telah berbuat durhaka kepadaku (tidak mendidikku) sewaktu aku kecil, maka akupun mendurhakaimu setelah engkau tua, karena engkau menyia-nyiakanku di waktu kecil maka akupun menyia-nyiakanmu di waktu engkau tua.”

Cukuplah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut menunjukkan besarnya manfaat dan keutamaan mendidik anak,

إن الرجل لترفع درجته في الجنة فيقول: أنى هذا ؟ فيقال: باستغفار ولدك لك

“Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya, ‘Bagaimana aku bisa mencapai semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.’”

Sebagian dari para ulama ada yang menerangkan makna hadits ini yaitu: bahwa seorang anak jika dia menempati kedudukan yang lebih tinggi dari pada ayahnya di surga (nanti), maka dia akan meminta (berdoa) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kedudukan ayahnya ditinggikan (seperti kedudukannya), sehingga Allah pun meninggikan (kedudukan) ayahnya.

Dalam hadits shahih lainnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika seorang manusia mati maka terputuslah (pahala) amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah yang terus mengalir (pahalanya karena diwakafkan), ilmu yang terus diambil manfaatnya (diamalkan sepeninggalnya), dan anak shaleh yang selalu mendoakannya.”

Hadits ini menunjukkan bahwa semua amal kebaikan yang dilakukan oleh anak yang shaleh pahalanya akan sampai kepada orang tuanya, secara otomatis dan tanpa perlu diniatkan, karena anak termasuk bagian dari usaha orang tuanya . Adapun penyebutan “doa” dalam hadits tidaklah menunjukkan pembatasan bahwa hanya doa yang akan sampai kepada orangtuanya , tapi tujuannya adalah untuk memotivasi anak yang shaleh agar orang tuanya.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya – berkata, “(Semua pahala) amal kebaikan yang dilakukan oleh anak yang shaleh, juga akan diperuntukkan kepada kedua orang tuanya, tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala anak tersebut, karena anak adalah bagian dari usaha dan upaya kedua orang tuanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (Qs. an-Najm: 39)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh sebaik-baik (rezki) yang dimakan oleh seorang manusia adalah dari usahanya sendiri, dan sungguh anaknya termasuk (bagian) dari usahanya.”

Kandungan ayat dan hadits di atas juga disebutkan dalam hadits-hadist (lain) yang secara khusus menunjukkan sampainya manfaat (pahala) amal kebaikan (yang dilakukan) oleh anak yang shaleh kepada orang tuanya, seperti sedekah, puasa, memerdekakan budak dan yang semisalnya.”

Tulisan ringkas ini semoga menjadi motivasi bagi kita untuk lebih memperhatikan pendidikan anak kita, utamanya pendidikan agama mereka, karena pada gilirannya semua itu manfaatnya untuk kebaikan diri kita sendiri di dunia dan akhirat nanti.

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Selasa, 07 Mei 2013

When My First Baby Boy Born

Finally!  I wrote this story about my little baby born. Such experience was shared together with a very special person in my life – my husband. Life is busy,...  but full of love and laughs as my baby boy comes into our family.   and I feel so blessed and happy.  It's a lovely feeling to finally feel complete.

The birth of our first baby boy is truly astonishing and is definitely beyond words. All efforts and investments were simply worth it because the life here in the outside world has already begun for my son. The baby we naming " M. Ferdiansyah Rachmatul Firdaus ", he was born  on 16th March 2004, he was 3600 gram and 51cm long, with a head circumference of 36.5cm, he has black hair, and black eyes and a wee dimple in his chin... with his soft white skin. I just kept telling you how perfect you were - you my baby boy. I feel so blessed,...

That night, neither of us got much sleep.  We both were far too excited, nervous, thrilled that our baby here besides us,.... that we just be a Mum and Dad and our lives would be different from now on. I still can't believe you are here. You're such a miracle baby to me.

When my baby’s awake, I'm worry he ought to be sleeping and when he’s asleep I check him constantly to see if he’s still breathing. Even carrying him or giving him a bath can be fraught with anxiety! I want to look at him every day and tell him that I love him.

Now I am a grown-up!. This may be the first time I actually felt like a ‘real’ adult – no more pretending, I really I am a grown-up now, with all those responsibilities! The feeling of responsibility for my child’s physical and mental well-being will be with you for the rest of my life. This may seem daunting at that first time, but time goes by,.. I used to feeling I am finally joined the adult world!

Ferdi  was his nickname. At first, I felt like I didn’t know this little creature. But finally, there was a moment.  I held Ferdi on my chest and just looked at him. That was when I fell in love, to my little angel.

I want be a good wife, a good mom, a good daughter, a good sister, and a good friend; however, trying to fulfill all these roles are a challenge and exhausting!  I  struggling with balancing all my responsibilities, the roles of  my life, and most likely I have little time for myself.

The moment I become a mom, I am  responsible for this new life.  I Just want to be the perfect mom…there is no training, and no knowing of what being a mom is “really” like, until you are one.  I am and spouse  one of the most crucial people that determine who your child will be, how they will perceive the world, and most importantly how they will see themselves.

When The moment a child is born, the mother is also born.  She never existed before.  The woman existed, but the mother, never.  A mother is something absolutely new…


Discovering who I am  as a woman and implementing real life strategies into my life, empowers me to be the woman I am , and not just the roles in my life. I am now have a feeling of peace and being on purpose, having less stress, and enjoying each day with fewer struggles.

Moms are the “heart” of the family. And  I am  responsible for running and managing your home, taking care of your children, and being successful in my own life. I know,.. There is no way to be a perfect mother,...but there is  a million ways to be a good one....

Live my life, raise my family, and enjoy all the moments of motherhood without losing myself in the process.  I Don’t let life just happen to me. I learn to Knowing who I am and being that person is the key to having an extraordinary life.



Babies Twins 4 Months

 4 Months Already

My Little Twins,.. Aldi and Aldo,.. is already 4 month old. 
Where does the time go to. He is so much fun. 
He relizes when you come into the room and 
always smiles when you go to get him in the morning.

 Aldo with a sweat smile



Aldi Sleeping

~ The Twins Is In School ~


Well I finally have a twins kids in school and they loves it. 
I have to addmit I cried when we left. Aldi and Aldo was so ready and so excited.
 They always asks why They can not have school on saturday too. I hope this lasts ..
 
This was the twins first day School


  

Preparing the bagpack before go




This was the first morning that I taking the twins to school .
The twins loves riding the car. And i'm picking the twins after school. 
 They Both loves the School. 
They has a really nice Teacher and Fun Friends at school.
 
Ready To go

before go say good bye to Fish first,...:)








Sabtu, 04 Mei 2013

Jagoan Sejati


Kalian adalah 3 jagoan kebanggaan mami dan papi,..
semoga perjalananmu tidak banyak menemui aral rintangan yang menghadang,...
Kalian bertiga adalah Jagoan-jagoan Amanah terindah bagi kami berdua,...

Jagoan Sejati

Kata orang besar itu di segani
Kata orang jahat itu di takuti
Kata orang kecil itu tak berarti
Tak perlu aku ikuti

Kata orang diam itu tak bernyali
Kata orang di tantang harus berani
Aku hanya tak mau menang sendiri
Tak perlu aku layani

Jagoan jagoan
Ku harus berprestasi
Jagoan sejati
Jagoan jagoan
Ku harus berprestasi
Jagoan sejati
Tak perlu kelahi
Tak perlu kelahi
Aku jagoan sejati

Kata orang besar itu di segani
Kata orang jahat itu di takuti
lyricsalls.blogspot.com
Kata orang kecil itu tak berarti
Tak perlu aku ikuti

Jagoan jagoan
Ku harus berprestasi
Jagoan sejati
Jagoan jagoan
Ku harus berprestasi
Jagoan sejati
Tak perlu kelahi
Tak perlu kelahi
Aku jagoan sejati

Kata orang besar itu di segani
Kata orang jahat itu di takuti
Kata orang kecil itu tak berarti
Tak perlu aku ikuti

Jagoan jagoan
Ku harus berprestasi
Jagoan sejati
Jagoan jagoan
Ku harus berprestasi
Jagoan sejati
Tak perlu kelahi
Tak perlu kelahi
Aku jagoan sejati


I Feel Something Missing From My Life


There is a hole inside of me. I don't know what is missing from it. I don't know what belongs there.
So I go through life, desperately and almost feverishly trying to shovel something into it, anything that might fill the hole that is there. But nothing does. Every single thing I do and every single thing I try, never makes it any better.

And I see everyone around me who seem like they have everything together, like they are somehow complete and I'm broken and tossed aside.
AGH, It's the most frustrating thing!

All the pain, all the hardships, all the crying, it paids off in time. There's no emotional feelings that would last a lifetime, I always tell that to myself.

Seeing how my  three sons grows up the way they are right now, lovable, caring and God fearing little angel. My life will always be complete. They are  my life now.  I'm always there beside them,  I'm working at home hole. All these I am doing all because of them.. To support their every need. To give their a great future a head, inspite of me being the only person to do that. Love you my darling three little angel.

Parenting is very hard as it is. Being a single parent is even harder when you have nobody else to rely on. Hopefully, one day My sons will appreciate what I am doing for Them. How do you truly know what hardships or obstacles you have to face, until you're facing them? Did I think about the hardships and obstacles? Yes, I did. Did I imagine it would be like this? No, I didn't because there is no way I could have grasped the extent of the situation having never been in the situation.

Some days I feel like walking out the door and never coming back again. And other days, I couldn't imagine my life without my child. I don't think I want anymore because I don't think I could deal with having to do this all over again. Most mothers will say, if they could change anything about their lives it wouldn't be having their child at such a young age. I will be honest, I would change that.

Because, They deserves better than what I can give to them now. They deserves a life with both parents who don't hate each other. They deserves to know that they came into this world when both parents loved each other and BOTH parents wanted him here. I know I am doing my best and I know, technically My children isn't missing out on the love of both parents and both sides of his family but I feel like they deserves better. Not money wise, not more toys, or more clothes... I am able to provide the necessities, I just...

I love my child more than anything in the world but some days if I could change his situation I would.

Minggu, 24 Maret 2013

Remember My Hope,.. My Childs






Once, when I was married, never thought I would have children as like what ... ?
How to finance they school to college later ...
When he was born into this world, ... The first time I saw a cute little baby, .. 
with his tiny lips smiled sweetly at me, .. cute nose, .. his eyes were narrow, .. 
and with thick black hair...

There is a feeling churned in me,..
I was thrilled and proud to once be brought him  into this world,..
I promise, whatever happens,... however hard life,..
My child should be raised with both my hands...
I'm happy to take care of him with my own hands ...


I know It's not easy to raise them, ... They are the jewel of my heart, .. 
When they were babies,.... their behavior can always make me smile and laugh, .. 
even when my heart was sadness,....
I have promised to grow them self, whatever happens,.. whatever obstacles I faced,.. because they are my son ... 
My hopes someday they can be a useful kids for other people ... I love you, my son,...



............. `'•,, •'` ♥ ♪ ♫ ♥ ♥ ♪ ♫ ♥ ..............


ferdi, ... Aldi, .. and Aldo, ... you all, gave me the strength,..

Makes me want to work hardly early  in the morning,  afternoon and evening,... 
I do not fear if I must sick,.. feel  the pain and suffering .. 
Because your presence makes me meaningfulll,...  
To raise you and listen all of you call me ,.. " MOMY ",... 
My heart really excited and happy to hear that.

I did not expect much, just one day,...

When you are all grow up and become an adult.., you can be a good Person,.. 
Have a good live,... good job,.. have a good and successful on career.

then maybe at that time,.. I'm getting old,.. old,.. and oldest,... 
And I will not live much longer, ...
I would have many wrinkles on my face, ... I'm not beautyfull again,... 
My Body More Fatty than now,.. my hair was already gray too, .. 
And My journey will not be long, ..



............. `'•,, •'` ♥ ♪ ♫ ♥ ♥ ♪ ♫ ♥ ..............


My sons,... if you all work hard,.. do not need to provide a nice house,.. 

Or lots of money to me,.. all of its just  for yourself and your family. 
I just wish,.. you all  would put aside a little time for you to accompany my periods old,. Could besides me and chat with me on that periods,... that's more than enough ...

Momy Proud of you, son,... 

May never have spoken through words,.. but this .. I feel from deep inside my heart.. ... I'm sorry if this time momy always  got angry with you all,.. 
Sometimes beat you up when you naughty, ...
Sometimes forbid you  it and that,... all of this because for your own good, ... 

Finally,... and hopefully, .. when you grow up, .... 

you can read this momy's blog ... Ferdi,.. Aldi,.. and Aldo,..



Mommy Love you all... from deep inside my heart... Now and forever,..



~ With Love ~


    Mommy