Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Desember 2013

~Ingin Rumah Tangga Rukun? Kembalilah Kepada ISLAM~

Perkembangan zaman membawa tantangan yang semakin rumit bagi suami istri. Bagaimana memelihara kerukunan dan keutuhan  rumah tangga???

SUNGGUH rumit permasalahan yang melanda pasangan suami istri masa kini. Tidak jarang konflik antara suami istri akan mengorbankan masa depan anak-anaknya. Sering kali pula pasangan suami istri sulit mencari solusi dari persoalan yang mereka hadapi.nah, dari pada berkeluh kesah, lebih baik jika kita ingin menghindar bertambah kruhnya suasana karena melibatkan keluarga besar, cobalah berkonsultasi dengan penasehat pernikahan di lembaga konsultasi keagamaan yang biasanya didirikan di masjid.

lembaga konsultasi keagamaan ini tidak bersifat praktisi, tapi lebih berfungsi memberikan pengarahan, konsultasi dan berupaya membantu memperbaiki persoalan. Masalah apa saja yang sering dikonsultasikan ?
Pertama, mengenai pembagian warisan.banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai pengetahuan tentang hukum waris

Senin, 25 November 2013

THE IDEAL MUSLIM HUSBAND




Most Muslim men would like to be ideal husbands. And most Muslim women would, no doubt, like to be married to one. But, for some reason, the men are not ideal husbands, and the women will almost surely admit that they didn't marry one. So, why the discrepancy between our sincere aspirations and reality? Is it an inability on the part of the man, an impossible goal; or is it perhaps that we do not even know what an ideal Muslim husband is?

Wrong Concept of an Ideal Husband:

A look at the matrimonial section of an Islamic magazine will quickly demonstrate that many Muslim men and women do not know what an ideal Muslim husband is. Muslim men looking for wives advertise themselves as doctors, engineers, and financially secure. Muslim women appear to be on the lookout for an established professional or more likely a handsome MD. Rarely do Muslim men and women even mention character, religious convictions, and attitudes as a priority. At most, they might be mentioned as a sidebar. It seems that many of us believe that a man is an ideal Muslim husband if he is handsome, makes a lot of money, and comes from an influential family. And the divorce rate among Muslims continues to rise.

Standard of Judging an Ideal Husband:

As Muslims, we must base our judgment on what makes an ideal Muslim husband on the guidance of Allah and the example of Prophet Muhammad, not on the standards of a TV sitcom, the culture in which we were born, or our own materialistic mentality.

First Characteristic of an Un-Ideal Husband:

HOT TEMPER

A major problem in some Muslim marriages unfortunately is the husband's hot temper and harsh behavior. Some even go so far as to abuse their wives. Dr. Quick gives a word of warning to these men who often come from cultures that teach them to be tough and macho. He says that there should be no violence between husband and wife and that Muslim men should not be the kind of tyrannical fathers whose children run away and hide when their father comes home. He says that we have to separate our non-Islamic cultures from Islam. The ideal Muslim husband will base his behavior on Islam, not on his Arab, American, or Pakistani culture.

Second Characteristic of an Un-Ideal Husband:

EGOISTIC

Another major problem in Muslim marriages is the husband's failure to consider his wife's opinions. In fact, the failure of the Muslim Ummah as a whole has to do with our failure in practicing the concept of Shura (consultation). People think that they are right and others are wrong. We will do much better if we consider the opinions of others and let them feel that they are a part of the decision-making process. Along the same lines, WE points out that if a woman makes a true (haqq) point, the husband should submit to it. He should in no way reject a point just because it comes from a woman. Demonstrating the huge difference between the way the Prophet (SAWS) dealt with his wives and the way Muslim men deal with their wives today.

Third Characteristic of an Un-Ideal Husband: 

UNHELPFULL

The failure to help in the house and to help with the raising of the children are well-known weaknesses of husbands. TheProphet Muhammad (SAWS) helped in the house, and Abdul Malik Mujahid says that a man cannot be an ideal Muslim husband, or even close to a good husband, if he leaves the responsibility of children completely to the mother. Khadija Haffagee tells the story of a father who took a three-month-old infant to pray with him and after the prayer did the 'tasbih" on the child's hand. This, she said, was training by the father. When we training our children, we should be careful not to raise sons with a double standard where they have no household responsibilities. If we do, they will likely grow up with the attitude that they don't need to do this kind of work --- that they are above it.

An Ideal Ex-Husband

Being an ideal Muslim husband, however, goes even farther than the marriage. Even after a divorce, a Muslim husband must strive to be the best ex-husband. A husband shouldn't be Mr. Kindness in marriage and then treat his wife badly in divorce, Dr. Quick says. He must divorce her in the best manner with good treatment.

Other Valuable Advises

An ideal Muslim husband has very little or nothing to do with the amount of money one has, physical beauty, or the prestige of one's job. Rather, it has to do with one's commitment to Allah, one's knowledge of and willingness to follow the guidance of Allah and the Prophet's example, and one's commitment to do righteousness even in difficult situations. The ideal Muslim husband should be humble, gentle, kind, considerate, caring, loving, open to good advice, willing to cooperate with others in the family rather than dictate rules, helpful in the house, involved in raising the children, and never abusive either physically or mentally.

No doubt, this is a very tall order. Becoming an ideal Muslim husband will certainly not be easy. It will take a jihad against 'jahiliyyah" thinking, selfishness, ego, vanity, anger, pride, and arrogance.

Minggu, 24 November 2013

~Mengapa Melahirkan Anak Ke Dunia Ini~



Hari ini saya mendapatkan email dari youtube,... pemberitahuan otomatis tentang the most popular videos on youtube this week. Dari beberapa video yang ditampilkan, ada salah satu yang menarik perhatian saya,... and buat yang belum tahu tentang video ini silahkan simak disini, bagus banget deh khususnya buat para calon ibu yang belum pernah merasakan melahirkan,.. 

Menjadi seorang ibu adalah anugerah yang beriberikan oleh Allah SWT kepada setiap wanita. Wanita diciptakan dengan fitrahnya. Fitrah menjadi seorang wanita yang paling mulia adalah ketika ia mengandung, melahirkan dan mengasuh buah hatinya. dan menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan yang tiada taranya. Ibu adalah pendidikan pertama bagi anaknya. 

Masa kehamilan selama 9 bulan, selama itu pula dalam penantian, merasakan perubahan dari waktu ke waktu  yang sangat berarti dalam rahimnya. Dan merasakan detik-detik mendebarkan ketika menjelang kelahiran sang bayi. Semua perasaan menjadi satu, manakala seorang ibu berjuang untuk melahirkan sang bayi mungil. subhanallah,...

Saya yakin setiap wanita pasti akan mengatakan "indahnya menjadi seorang ibu",.. Reaksi pertama ketika seorang ibu melihat malaikat kecilnya lahir ke dunia, kemudian menggendongnya dengan penuh kasih sayang,.. pasti berlinang air mata kebahagiaan. Sebuah peran suci dan sakral sebagai peranan penting seorang ibu. Tentu tidak terhitung banyaknya kebahagiaan yang dirasakan oleh seorang ibu, saya pribadi bahagian terlahir sebagai seorang wanita. Seorang ibu adalah sosok yang selalu melekat didalam hati. Semangat, senyum, kesabaran, kemandirian, ketabahan, bahkan terkadang berperan ganda, sebagai seorang ayah, dan perjuangan seorang ibu tidak dapat dibandingkan dengan yang lain.




Minggu, 10 November 2013

~ Makna Kehadiran Anak ~

Kehadiran anak dalam keluarga merupakan sebuah pelengkap kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga kita. Namun begitu banyak kita dengar dan saksikan, anak yang disia-siakan oleh orang tuanya sendiri. Mulai dari masih dalam kandungan ibunya, hingga anak itu sudah lahir ke dunia. Sudah tak terhitung ibu yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah, atau bayi yang dibuang begitu saja di tempat sampah dan dilempar ke sungai. Sementara di satu sisi yang lain, banyak sekali pasangan suami istri yang sangat mendambakan anak, tetapi masih juga belum Allah berikan kesempatan untuk memegang amanah mulia tersebut. Sungguh sebuah ironi..

Bagi anda para suami yang sedang berbahagia karena kehamilan sang istri tercinta, anda yang sedang sedikit stress karena menghadapi istri yang rewel karena ngidam, atau anda yang sedang menanti saat-saat hari kelahiran tiba, berbahagialah dalam menyambut saat-saat itu. Karena ternyata anda dipercaya untuk menjaga amanah tersebut. Berbahagialah karena tidak setiap pasangan bisa seperti anda. Baik anda sebagai seorang suami ataukah itu seorang istri. Kebahagiaan dalam menyambut si kecil keturunan dan generasi kita yang akan melanjutkan perjuangan kita, penerus riwayat keturunan kita.

Anak adalah titipan dari Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin, karena anak adalah investasi masa depan kita. Bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. Bukankah anak yang soleh akan menjadi penyebab orang tua masuk surga? Oleh karena itu mulailah menjaga si kecil dari sejak dalam kandungan hingga ia lahir, beranjak besar hingga ia dewasa nanti.

Tugas orang tua tidak hanya memberi anak semua kebutuhan dunianya semata, tapi wajib bagi orang tua untuk memberikan anak semua kebutuhan ukhrawinya. Mengajarinya Islam yang benar, mengenal Allah dan Rasul-Nya dan melaksanakan semua perintah dan larangan-Nya. Anak ibarat kertas polos yang siap dicorat-coret oleh orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua ibaratnya sebuah pena yang akan menuliskan apa saja yang orang tuanya mau.

Perhatikanlah wahai para orang tua, jangan sia-siakan anak kita. Jangan sia-siakan amanah Allah tersebut. Karena anak bisa menjadi bumerang maut bagi kita apabila kita tidak bisa menjaganya, apalagi di jaman sekarang yang semuanya begitu mudah bagi anak untuk mengakses berbagai macam informasi, jangan sampai anak menangkap semua informasi yang salah dari lingkungannya, karena itu akan terekam dalam otaknya dan akan menjadi ideologi yang akan menjadi jati dirinya dalam menjalani hidup.

Untuk itu, mari mulai sekarang menjadi orang tua yang baik untuk anak kita. Menjadi contoh dan teladan yang baik bagi buah hati kita. Dan mengantarkan mereka ke dalam kebaikan dan kemuliaan sebagaimana anak-anak di jaman Rasulullah yang selalu dididik dengan didikan Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah.

Mulailah dari sekarang atau tidak sama sekali..

Sabtu, 26 Oktober 2013

~Pabrik Pempek di Cipamokolan Roboh~



RANCASARI – Jam 03.30 WIB dini hari tadi Jumat (25/10) pabrik pempek milik Fatimah warga RT 05 RW 08 Kelurahan Cipamokolan roboh yang diakibatkan adanya proyek normalisasi solokan gendong di kali cipamokolan.. Kerusakan rumah milik Fatimah tersebut dari hasil pantauan padjajaranmerdeka.com di lapangan berada di bagian paling belakang dan samping.

Menurut Dodi (29) salah seorang keluarga korban mengatakan kejadian ini sudah diketahui sejak sore kemarin ketika proyek normalisasi selokan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung berada tepat disamping benteng rumahnya.

“Dari kemarin sore benteng di rumah saya sudah mulai retak akibat getaran dan kedalaman, terlebih ketika malam tiba lantai bawah di bagian belakang rumah ikut retak yang akhirnya dini hari tadi roboh,” Ungkap Dodi.

Untungnya kejadian yang menimpa rumahnya tidak menyebabkan korban jiwa karena dari sejak sore sebagian keluarga dan pekerjanya tidak menempati rumah bagian belakang.

Agus (32) salah seorang warga Cipamokolan yang sejak pagi menyaksikan kejadian itu mengatakan kemungkian hal ini disebabkan pembuatan kali gendong yang dibuat untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah RW 5, kedalamannya mencapai sekitar 2,5 meter hingga mengakibatkan robohnya benteng beserta rumah dan pabrik.

Sampai berita ini diturunkan belum ada kepastian kerugian tetapi menurut Dodi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, termasuk produksi empek-empek miliknya ikut terhenti akibat kejadian ini.

sumber : Padjajaran Merdeka

Kamis, 26 September 2013

~Persiapan Menghadapi Sidang Kasus Perceraian~



Jika anda akan menghadapi sidang untuk kasus perceraian, baik di Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui.
1. Mendapatkan nasehat hukum
Jika anda tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hukum, ada baiknya anda meminta nasehat hukum dari seorang pengacara, konsultan hukum atau orang yang sudah berpengalaman. Jangan menganggap remeh persoalan yang anda hadapi, meskipun kasus yang anda hadapi tidak terlalu rumit,  karena konsekuensi hukum yang anda hadapi nantinya mengikat dan bersifat memaksa. Oleh karena itu, jangan menunda sampai saat-saat terakhir putusan hakim akan dijatuhkan atau saat posisi anda sudah terjepit.  
2. Beberapa hal yang penting untuk ditanyakan
Banyak hal yang dapat anda tanyakan kepada pihak-pihak yang lebih mengetahui tentang proses hukum, antara lain tentang:
ö Hal-hal yang harus dipersiapkan, jika anda mewakili diri sendiri dalam sidang
ö Mendiskusikan tentang penyebab/alasan mengapa anda memutuskan bercerai dengan suami anda
ö Bila anda memakai jasa pengacara (kuasa hukum) di pengadilan, apakah hal itu akan berpengaruh pada putusan hakim?
ö Biaya yang harus dikeluarkan, jika anda memakai jasa pengacara (kuasa hukum)
ö Garis besar proses hukum yang akan anda hadapi di pengadilan
ö Lama waktu yang dibutuhkan untuk proses hukum kasus yang anda hadapi
Sebelum meminta nasehat hukum, sebaiknya anda menyiapkan terlebih dulu surat-surat penting mengenai kasus anda (antara lain: surat nikah asli dan fotokopinya yang telah dibubuhi materai, fotokopi akta kelahiran anak yang dilegalisasi di kantor pos, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga,dll). Biasanya kasus perceraian disertai pula dengan masalah pembagian harta gono-gini, sebaiknya anda juga menyiapkan surat-surat yang terkait dengan dengan harta benda perkawinan seperti akta jual-beli, sertifikat, kwitansi, bon jual-beli, surat bukti kepemilikan dan semacamnya. Hal ini untuk memudahkan anda dan penasehat hukum anda memahami persoalan hukum yang sedang anda hadapi. Setelah anda memahami persoalan anda, diharapkan anda sudah dapat mengambil keputusan apakah akan meminta bantuan pengacara atau kuasa hukum sebagai wakil anda di pengadilan, atau anda memutuskan untuk mewakili diri anda sendiri, tanpa didampingi pengacara.
3. Dimana anda bisa mendapatkan nasehat & bantuan hukum?
Anda dapat meminta nasehat hukum dari seorang konsultan hukum atau pengacara, dengan kebebasan memilih untuk didampingi/tidak oleh mereka dalam sidang pengadilan nanti.
Jika anda tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar seorang pengacara, ada beberapa lembaga yang dapat anda mintai bantuan dengan tanpa membebani biaya yang berlebihan kepada anda. Lembaga yang sifatnya nirlaba ini, —misalnya Lembaga Bantuan Hukum terdekat di wilayah anda—biasanya akan mempertimbangkan bagaimana kondisi anda, baik kondisi ekonomi maupun psikologis.
Jika anda menginginkan nasehat hukum atau bantuan hukum dari pengacara swasta, jangan segan menanyakan biaya yang akan dikeluarkan. Juga jangan ragu untuk menanyakan kepada pengacara lain yang berbeda, jika biaya yang dikenakan terlalu mahal. Ingat! Anda mempunyai hak penuh untuk memutuskan dan memilih siapa yang akan menjadi penasehat hukum atau kuasa hukum yang anda anggap paling sesuai.
4. Yang harus anda siapkan sebelum ke pengadilan
a. Bila tanpa didampingi Pengacara
ö  Mempersiapkan surat gugatan; Setelah anda memahami segala sesuatunya (sudah meminta bantuan saran/nasehat dari pihak yang paham soal ini), anda dapat mempersiapkan surat gugatan anda sendiri (langkah-langkah pembuatan surat gugatan dapat dilihat di Lembar Info LBH APIK Jakarta tentang Prosedur Mengajukan Gugatan Perceraian di Pengadilan Agama)
ö  Menyiapkan uang administrasi yang jumlahnya sekitar Rp.500.000.- (lima ratus ribu rupiah) yang nantinya harus anda bayarkan ke bagian pendaftaran gugatan di pengadilan. Anda akan menerima SKUM (Surat Keterangan Untuk Membayar) setelah membayar.
ö  Mempersiapkan apa yang akan anda katakan di pengadilan tentang kasus anda. Untuk mempersiapkannya, disarankan agar anda berdiskusi kembali dengan orang-orang/pihak yang memahami soal ini.
ö  Mempersiapkan bukti-bukti dan saksi-saksi
b. Bila didampingi Pengacara
ö  Jika anda memilih untuk didampingi pengacara, terlebih dulu pengacara anda membuat Surat Kuasa yang harus anda tandatangani. Surat Kuasa adalah surat yang menyatakan bahwa anda (sebagai pemberi kuasa) memberikan kuasa kepada pengacara anda (sebagai penerima kuasa) untuk  mewakili anda dalam pengurusan kasus anda, mulai dari pembuatan surat-surat seperti surat dakwaan, beracara di muka sidang pengadilan, menghadap institusi atau orang yang berwenang dalam rangka pengurusan kasus anda, meminta salinan putusan pengadilan dan sebagainya.
ö  Menyiapkan Surat Gugatan. Bila anda sudah menandatangani Surat Kuasa, maka selanjutnya pengacara (kuasa hukum) andalah yang akan mengurus pembuatan Surat Gugatan dan surat-surat lainnya yang dibutuhkan selama proses hukum berjalan.
ö  Siapkan uang administrasi kurang lebih Rp.500.000,- yang harus anda bayarkan ke bagian pendaftaran gugatan di pengadilan. Usai membayar, anda akan menerima SKUM (Surat Keterangan Untuk Membayar).
ö  Siapkan uang untuk pembayaran pengacara anda bila pengacara yang anda minta bantuannya adalah pengacara yang dibayar.

Yang penting juga harus anda perhatikan:
ö  Persiapkan mental anda
ö  Usahakan tidak terlambat ke pengadilan karena dapat mempengaruhi jalannya sidang
ö  Berpakaian sopan dan rapi.
5.  Di ruang sidang pengadilan
a. Yang mungkin ditanyakan hakim
ö  Dalam sidang pertama, hakim biasanya akan melakukan upaya perdamaian. Di sidang ini hakim akan bertanya apakah kedua pihak yang bersengketa akan mengadakan perdamaian/tidak?
ö  Dalam proses pemeriksaan, hakim dapat menanyakan masalah-masalah yang terkait dengan gugatan, apakah ada keberatan dari para pihak/tidak?
ö  Sebelum putusan dijatuhkan hakim, hakim dapat bertanya apakah ada hal-hal lain yang ingin disampaikan para pihak? Misalnya hak untuk mengasuh anak di bawah umur atau menemui anak, jika sebelumnya mendapat halangan untuk bertemu.
b.   Siapa saja yang berhak hadir di persidangan?
ö  Hakim: yaitu orang yang memimpin jalannya sidang, memeriksa, dan memutuskan perkara
ö  Panitera:  yang bertugas mencatat jalannya persidangan
ö  Anda, sebagai pihak yang mengajukan gugatan, disebut Penggugat/Kuasa hukumnya
ö  Suami Anda, sebagai pihak yang digugat, disebut Tergugat/Kuasa hukumnya
6.   Apa hak anda sebagai Penggugat?
ö  Didampingi pengacara sebagai kuasa hukum di pengadilan
ö  Bertanya dan menjawab mengenai perkembangan kasusnya baik kepada kuasa hukumnya, maupun kepada hakim
ö  Mendapat salinan surat keputusan pengadilan (dapat melalui kuasa hukumnya)
ö  Mendapat perlakuan yang sama di muka hukum, tanpa dibedakan berdasarkan suku, agama, keturunan, jenis kelamin, keyakinan politik atau status sosialnya
7. Berapa lama proses berlangsung?
a. Pengadilan Tingkat Pertama (di PN atau PA)
Sidang biasanya dilakukan lebih dari 6 (enam) kali, namun ada juga yang kurang dari itu. Jangka waktu yang dibutuhkan maksimal 6 (enam) bulan di tingkat pengadilan pertama (PN atau PA).
b. Pengadilan Tingkat Banding dan Kasasi (di PT dan Mahkamah Agung)
Waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian suatu perkara hingga tingkat banding dan kasasi berbeda-beda. Namun secara umum hingga awal proses pengadilan tingkat pertama hingga kasasi di Mahkamah Agung bisa memakan waktu 3-5 tahun.

~100 Surat Cinta Berumur 30 Tahun Buat Wanita Ini Kembali ke Pelukan Mantan~



imgSurat cinta kini menjadi barang langka untuk pasangan kekasih masa kini. Padahal benda itu bisa berguna. Seperti dialami wanita asal Inggris ini. Dia kembali berjodoh dengan mantan kekasihnya setelah membaca 100 cinta dari pria tersebut yang didapatkannya 30 tahun lalu.

Loraine Atkins merasakan cinta monyet dengan pria bernama Terry McGurk saat dia baru berusia 16 tahun. Surat cinta dari Terry pertama didapatnya saat mereka masih sekolah di The Queens School, Bushey, Hertfordshire pada 1982.

Cinta monyet itu bertahan cukup lama, dua tahun. Selama pacaran hampir setiap hari Terry memberikan Loraine surat cinta. Beberapa dari surat tersebut ada yang panjangnya hingga 20 halaman. Dalam surat-suratnya, Terry tak henti-hentinya menyatakan perasaannya pada Loraine. Meski usianya saat itu baru 15 tahun, dia pandai menuliskan kata cinta bak seorang pujangga.

Hubungan asmara Terry dan Loraine berakhir saat sang wanita harus lulus lebih dulu. Waktu pun berlalu, keduanya menikah dengan orang lain. Meski sudah tidak bersama Terry, Loraine tetap menyimpan semua surat dari pria yang menjadi cinta pertamanya itu. Dia menyembunyikan ratusan surat itu di bawah tempat tidur selama lebih dari tiga dekade agar tidak ketahuan suaminya.

"Surat pertama yang ditaruh Terry di lokerku hanya berisi tulisan 'hello'. Begitu surat-surat lainnya datang, aku mengumpulkannya di sebuah kotak. Saat aku dewasa, aku tidak membuangnya, aku menyimpannya di bawah tempat tidur," ujar Loraine yang kini berusia 47 tahun. Loraine beralasan Terry adalah cinta pertamanya. Surat-surat itu merupakan bagian penting dari hidupnya makanya tidak dia buang.

Pernikahan Loraine dengan suaminya mengalami keretakan pada 2008. Mereka berencana bercerai. Di tengah kesedihan menghadapi kehancuran pernikahannya, dia tertarik membaca lagi surat-surat cinta dari Terry. "Aku menangis saat aku baca lagi surat-surat itu. Aku berpikir masa-masa yang sudah berlalu itu dan betapa bahagianya aku saat bersama Terry," ujarnya.

Loraine kemudian tertarik ingin tahu bagaimana kabar Terry sekarang. Apakah pria tersebut baik-baik saja? Bagaimana kehidupannya? Itulah sederet pertanyaan yang muncul dalam benak wanita itu.

Pekerja bagian administrasi di sebuah perusahaan ini kemudian memanfaatkan Facebook untuk mencari Terry. Dan pada Oktober 2011, dia berhasil menemukannya di situs jejaring sosial itu. Ketika bertukar kabar melalui Facebook, Loraine tidak tahu kalau Terry ternyata sudah bercerai setelah 11 tahun menikah. Dan saat itu, dia sudah memiliki kekasih lagi namun hubungan mereka bermasalah. Pria 46 tahun itu pun mengaku panik ketika Loraine menghubunginya melalui Facebook.

"Aku senang tapi panik. Aku baru saja putus cinta yang sangat buruk. Aku hapus akun Facebook dan mencoba untuk tidak memikirkannya. Tapi setelah enam bulan, aku menghubunginya. Aku tidak bisa, tidak memikirkannya," tutur Terry.

Keduanya pun bertemu muka dan saling bertukar kabar. Dari pertemuan itu Loraine pun menemukan dirinya jatuh cinta lagi dengan mantan kekasihnya 30 tahun lalu tersebut. Sementara Terry mengaku sangat tersanjung karena Loraine masih menyimpan 100 surat cinya darinya.

"Dia satu-satunya yang selama ini aku inginkan. Kenapa aku menyimpan semua surat-surat itu? Aku tahu ini terdengar cheesy, tapi aku tahu kalau dia memang untukku," ujar Loraine yang sudah resmi cerai dari suaminya.

Saat ini pasangan Terry dan Loraine memang belum meresmikan hubungan mereka ke pernikahan. Namun Terry sudah memberikan sinyal ke arah itu. Dia menuliskan sebuah surat yang ditaruhnya di kulkas agar dibaca Loraine. Tulisannya, "Kepada calon tunanganku, aku jatuh cinta padamu." So sweet....

Sumber : wolipop. detik

Sabtu, 14 September 2013

~KDRT??? NO WAY,....~


Dasar dari sebuah pernikahan adalah "CINTA". Dua pasangan yang saling mencintai mengikrarkan diri mereka dalam sebuah ikatan tali pernikahan, dengan tujuan membentuk sebuah keluarga bahagia yang sakinah, mawadah dan warahmah,...

Tahun berganti tahun ,.. masing-masing pasangan suami istripun mulai mengetahui kebiasaan baik dan buruk keduanya, dan menerima segala kekurangan dari masing-masing pasangannya, dengan didasari pengertian dan yang paling penting lagi,.. Rasa "CINTA & KASIH SAYANG" lah yang membuat kekurangan pada pasangan kita sepertinya lenyap tak berbekas. Hanya "CINTA & KASIH SAYANG" yang mampu mengikis segala permasalahan dalam rumah tangga.  Yang dilihat hanya kecintaannya terhadap pasangan, dan dianggapnya kekurangan dari pasangannya adalah sebuah anugerah dari Allah Yang Maha Esa yang patut di syukuri. Bagi seorang istri,.. suami adalah segalanya. Hanya kepada suamilah, dia menyerahkan cintanya. Rasanya jarang bagi wanita atau istri yang setelah menikah dengan suami yang dicintainya, bahwa dia akan berpaling pandangannya kepada yang lain. Hati, pandangan mata dan cintanya akan selalu dia jaga hanya untuk suaminya tercinta.

Alangkah sayangnya,... jika kepercayaan seorang istri, disalah gunakan oleh suami tercintanya.  Dalam sebuah rumah tangga, terkadang terjadi perselisihan atau percekcokan, dan itu sangatlah lumrah.  Dari sejak bangun tidur, sampai kita tidur lagi,.. Allah akan selalu memberikan cobaan untuk menguji kita,.. menguji rumah tangga kita. Jika kita tidak bisa mengatasinya dengan adik dan bijaksana, makan mungkin akan timbul hal-hal yang tidak kita inginkan. Biasanya akar masalah yang timbul dalam sebuah rumah tangga adalah ketidakpuasan pasangan akan sesuatu.


Penyebab perceraian terjadi tentunya dengan alasan yang beragam. Mulai dari adanya masalah ekonomi, kurangnya komunikasi, adanya orang ketiga, sudah tidak adanya kecocokan dalam rumah tangga, perbedaan cara pandang, hingga sampai masalah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Jika kita lihat di pengadilan negeri, Kebanyakan pengajuan perceraian banyak diajukan oleh wanita karena merasa sudah tidak dapat mempertahankan lagi rumah tangganya.
 
 Bisa dikatakan kebanyakan masalah dalam rumah tangga,.. adanya WIL atau Wanita Idaman lain lah yang menjadi awal permasalahan rumah tangga. Awalnya mungkin pasangan / suami hanya ingin sekedar iseng-iseng saja,... tetapi akhirnya mungkin itu menjadi suatu hiburan yang menyenangkan buat suami, karena dengan WIL dia bisa mengungkapkan kekesalannya pada istri atau menjelek-jelekkan istrinya kepada wanita lain.

Yang ingin saya titik beratkan disini,... artinya suaminya tidak dapat mengerti bagaimana keinginan dan  perasaan istrinya. Yang disayangkan, mengapa suami tidak curhat saja kepada ibu mertuanya (ibu istrinya), itu akan lebih baik, karena sudah pasti ibu mertuanya yang akan menasehati anaknya. Dari pada menceritakan nya pada wanita lain, yang akan mendatangkan permasalahan dalam rumah tangga. Apalagi jika suami sudah mulai membandingkannya dengan wanita lain, yang dianggapnya lebih menarik. Atau mungkin sudah bertingkah terang-terangan menunjukkan didepan isterinya, sikap acuh jika bertemu dengan wanita yang di senangi, yang kebetulan adalah teman istrinya. Apa yang dirasakan hati istri adalah "Rasa Sakit" yang amat dalam. Dan itu akan membekas sampai kapanpun, karena tidak sebanding dengan perasaan cinta istri pada suaminya yang teramat dalam. 

Terkadang keuangan dalam rumah tangga juga bisa jadi pemicu percekcokan atau pertengkaran. Istri atau wanita yang mengerti bagaimana keadaan keuangan keluarga atau gaji suaminya, tentunya dia tidak akan memposkannya atau membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak penting. Dia akan menghemat dan mengaturnya, agar  dapat mencukupi kebutuhan keluarganya dalam sebulan.Seorang istri menerima dengan ikhlas rezeki yang dibawa dan diberikan suami kepadanya. Dan mensyukuri rezeki yang Allah berikan melalui tangan suaminya. Meskipun ada kalanya kurang, tetapi tetap bersyukur masih dapat mengatasinya kesulitan, karena Allah selalu saja memberikan rezeki yang datangnya tidak pernah kita duga. Itulah bukti kecintaan Allah kepada Kita. Pasangan suami istri yang saling menutupi permasalahan. Tidak adanya keterbukaan antara suami dan istri, sehingga terjadinya suatu pertengkaran. Biasanya hal yang sering jadi permasalahan adalah perekonomian keluarga.

Mungkin bagi sebagian wanita, jika hanya masalah orang ketiga, ekonomi, kurang komunikasi itu masih dapat ditolelir, mereka umumnya masih dapat memaafkan perlakuan dan kesalahan-kesalahan pasangannya. Yang tidak dapat ditolelir lagi jika sudah berkaitan dengan masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Siapapun juga,.. Istri manapun juga tidak akan pernah tahan dengan kekerasan dalam rumah tangga yang selalu diterimanya, dari pasangannya. Apalagi jika kekerasan itu sering dilakukan pasangan, yang umumnya “suami”, meskipun berkali-kali istrinya memaafkan perbuatannya, dan kembali dilakukannya kekerasan itu terhadap istrinya. Tidak menutup kemungkinan istrinya menjadi tidak ridho dan tidak tahan, sehingga memutuskan untuk berpisah.

Apakah istri akan tetap terus berdiam diri, demi mempertahankan pernikahannya, yang sama sekali sudah tidak bisa dibilang harmonis lagi. Dimanakah dia mendapatkan perlindungan, sementara di dalam rumahnya sendiri dia tidak merasa terlindungi? Siapa yang akan melindungi dirinya? Jika orang yang dia cintai tidak lagi dapat melindungi diri istrinya, dari emosi yang tidak dapat ditahan oleh sang suami…..??? Masih dapat ditolelir jika kekerasan  masih berupa tamparan-tamparan kecil, meskipun tamparan itu sekali namun menyakitkan, jika hanya untuk sekedar mengingatkan istrinya,… saya rasa tidak perlu dilakukan dengan kekerasan. 

Dan banyak Istri yang menyimpan masalah ini sendiri, tanpa diketahui keluarganya, dengan harapan suatu hari pasangannya akan berubah. Tetapi biasanya,… Jika seseorang telah menyakiti atau melakukan kekerasan pada pasangannya 1-2x, makan akan ada yang ke 3x, 4x, 5x, 6x .. dst. Dengan tingkat kekerasan yang semakin meningkat pula… sampai akhirnya menjadi penganiayaan fisik yang sangat parah,.. atau mungkin sampai pasangan punya niatan terselubung seperti niat membunuh pasangannya. Nauzdubillahhiminzalik,….

Jika kalian sudah melihat atau merasa bahwa pasangan kalian memiliki  niatan seperti ini, SEBAIKNYA TINGGALKAN PASANGAN ANDA,.. LEBIH CEPAT LEBIH BAIK,…
Karena siapapun dia,.. betapapun anda sangat mencintai pasangan Anda, jangan sampai ada kata terlambat, jangan sampai menyesal dengan datangnya karangan bunga ucapan belasungkawa.

Akan tetapi perceraian dapat menjadi salah satu langkah maju bagi kedua pasangan untuk proses kelanjutan kehidupan selanjutnya yang lebih baik lagi. Percayalah, bahwa setelah ini ada hikmah dan kehidupan yang lebih baik lagi. Dengan selalu berintrospeksi diri akan kesalahan sebelumnya, agar tidak terulang lagi di kehidupan selanjutnya. Tentunya memang perceraian  pastilah memberikan rasa ketidak bahagiaan pada awalnya, tetapi lihatlah dan berkacalah dari posisi positifnya bahwa Anda  tidak akan tersakiti lagi. Dan bangkitlah dari keterpurukan, tidak lagi terombang-ambing dari perasaan negative yang nantinya akan terjebak didalamnya. Misalkan mereka berpikir bahwa mereka tak pantas disayangi, tak bisa mendapatkan orang yang lebih baik, kurang cantik sehingga ditinggalkan pasangan, atau berpikir bahwa mereka selalu salah memilih pasangan. Cerita-cerita dan anggapan semacam ini akan berkumpul dalam otak dan menghalangi Anda untuk benar-benar bahagia. Sebaliknya Anda harus memiliki pola pikir yang positif terhadap diri Anda sendiri. Yakini bahwa Anda cukup menawan, Anda layak mendapatkan pasangan yang lebih baik, dan yakini bahwa perceraian ini merupakan gerbang untuk kehidupan yang lebih baik bagi Anda. Jika Perceraian memang jalan terbaik bagi pernikahan, maka yakinilah bahwa proses hidup anda akan semakin lebih baik di masa depan.