My Youtube

Loading...

Google+ Followers

Minggu, 10 November 2013

~Pondasi Kokoh Rumah Tangga BAHAGIA~

Siapa yang tidak ingin rumah tangga yang BAHAGIA? Tetapi rumah tangga bukan hanya hubungan suami istri dan anak.  Bangunan  keluarga sebagai bagian dari bangunan bernama Ummat islam, yang membutuhkan pondasi yang kuat. Batu pertamanya adalah IMAN,....


Pernikahan yang bahagia tentu menjadi dambaan semua manusia. namun kebahagiaan itu harus diraih dengan kerja keras,  tidak bisa hanya ditunggu dengan berpangku tangan saja.  caranya, Anda perlu mengetahui apa saja yang dilakukan agar pernikahan anda bahagia dan kokoh. Ada beberapa prinsip-prinsip pernikahan yang kokoh dan bahagia.

FAITH. Alias IMAN.  Inilah dasar sebuah pernikahan muslim, yaitu kesamaan keyakinan. ISLAM adalah pedoman hidup bagi suami istri  muslim, yang menjadi bagian integral dari seluruh kehidupan ummat Islam. Kesamaan nilai-nilai kehidupan diantara suami istri akan memudahkan mereka berkomunikasi. Sesuatu yang tidak mudah didapat oleh mereka yang berbeda iman. Ikatan iman berperan sangat penting untuk mengembangkan hubungan cinta kasih sayang  diantara pasangan suami istri. Contohnya, Rosulullah SAW, pernah berkata, bila seorang suami memberi makan istrinya, maka dia mendapatkan bukan hanya pahala dari Allah, subhanallah wa ta'ala, tetapi bahkan Allah memperkokoh cinta kasih diantara mereka. Jadi, bila sepasang suami istri saling mengasihi, maka yang tengah lakukan adalah memperkokoh keimanan mereka juga.

FORGIVING.  Mudah memaafkan.  Salah satu sumber kebahagiaan suami istri adalah kemampuan mereka untuk saling  memaafkan, tanpa  menyimpan dendam satu sama lain, serta selalu berusaha untuk bersikap adil, terhadap satu sama lain.  Sudah wajar suami dan istri kadang-kadang berselisih paham atau bertengkar dan bahkan menyakiti hati satu sama lain. tantangannya adalah bagaimana mencegah konflik berkepanjangan.  Secepatnyalah saling meminta dan memberi maaf.  Ini akan lebih mudah, jika masing-masing saling berendah hati menyadari bahwa yang sempurna hanya Allah SWT. Dan bahwa jika Allah dapat mengampuni kesalahannya, mengapa kita tidak bisa memaafkan pasangan hidup kita?

FORGET.  Melupakan.  janganlah terus menerus mengingatkan suami / istri akan sikapnya yang mengecewakan atau menyakiti kita. Sikap itu menunjukan bahwa Anda belum dapat memaafkannya dengan ikhlas. Lupakan masa lalu yang membuat  Anda  tidak bahagia itu.  Jangan ungkit-ungkit lagi peristiwa lama yang menyakiti sebagai senjata untuk mencela suami/istri ketika terjadi perselisihan baru. Suami / Istri yang selalu mengungkit-ungkit kesalahan pasangannya akan terjerat kedalam keadaan konflik yang tidak ada hentinya dan menjadi korban dari perasaan dendam yang membuat hati menjadi keras.

FORBEARANCE. Sabar. Memang ini tidak mudah, tapi sabar menjadi kekuatan yang paling Dahsyat untuk bisa menciptakan kehidupan yang sehat lahir dan batin. Sikap sabar membuat kita bisa menjadi tawakal dan semakin mampu mendekatkan diri dengan Allah SWT. Kita menjadi mampu mengembangkan mekanisme di dalam diri untuk memberdayakan hidup kita guna menghadapi masa-masa sulit dalam hidup ini. Seperti firman Allah dalam surat al-asr : " Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beriman dan beramal salih, serta saling mengingatkan untuk tetap berpegang pada kebenaran dan saling mengingatkan untuk tetap sabar."

FLEXIBLE. banyak pernikahan yang tidak bahagia hanya karena pasangan suami istri tidak bisa mengembangkan sikap fleksible dan lentur.  jangan berharap suami mampu merubah sikap dan perilakunya dalam waktu singkat kecuali bila dia memiliki kesadaran sendiri bahwa ada sikapnya yang salah dan harus diubah. Janganlah berharap bahwa pasangan kita mampu berperilaku persis sama dengan diri kita. Karena suami dan istri memiliki pribadi sendiri-sendiri lengkap dengan hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai. Alangkah lebih baik bila kita bersikap saling menghormati asalkan sikap atau prinsip kita tidak bertentangan dengan islam. Sikap kaku dan tak mampu menerima perbedaan membuat suasana rumah tangga terus menerus tegang dan tidak nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

FRIENDSHIP. Persahabatan. Yang terdiri dari tiga hal yaitu pertama, mengembangkan persahabatan dengan suami / istri. hubungan seperti ini lebih mampu menghadapi segala tekanan dari luar. melalui persahabatan, kita saling menghormati, menghargai, menerima dan menyayangi, meski kta juga memiliki perbedaan. prinsip ini yang harus ada dalam setiap pernikahan. Memang islam meletakkan suami sebagai pemimpin keluarga, tetapi status ini tidak menyebabkan suami merasa dia boleh bersikap egois seperti seorang tiran.

Kedua, persahabatan dengan mertua dan keluarga suami. kalau suami istri menganggap orang tua masing-masing hebat dari pada orang tua pasangannya, maka itu artinya mereka tengah menciptakan ketegangan dan kegelisahan didalam rumah tangga mereka sendiri. Lebih baik menerima kenyataan bahwa pasangan kita mungkin belum bisa menerima sepenuhnya. akrab dengan orang tua kita butuh waktu untuk itu. Selama mereka santun dan memuliakan orang tua kita, Alhamdulillah.

Ketiga, Persahabatan diluar keluarga.  Boleh-boleh saja mempunyai teman individual, tetapi akan lebih baik mendapatan teman yang pasangan suami istri juga.  sehingga semua dapat berinteraksi. Bila terjadi pertengkaran diantara teman,  maka janganlah tertengkaran itu terbawa-bawa ke dalam pernikahan anda.  Rasulullah menasehatai kita agar  menempatkan ketakutan kita hanya pada Allah semata,  Bukankah teman seharusnya menjadi sumber kebahagiaan bukan menjadi sumber kegelisahan?

FUN. bersenang-senanglah. Luangkanlah waktu hanya untuk berdua-duaan dan bersenang-senang. Tidak susah atau mahal untuk have fun dengan suami. Dengan sekedar jalan-jalan ditaman sudah bisa menjadi kesempatan bergembira berdua sambil menguatkan tali kasih sayang di antara anda dengan suami.

FAITHFUL. Setia. inilah pondasi yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pelanggaran dari prinsip ini adalah sebuah penghianatan dari janji besar mitsaqan ghalizah yang dipikul suami istri saat mereka melaksanakan akad nikah. Allah memerintahkan kita untuk setia kepada pernikahan. Perselingkuhan adalah dosa besar.  Hati-hati dengan berbagai bentuk Perselingkuhan terselubung.  Misalnya bersahabat dengan lawan jenis yang melewati batas-batas syariah.

Sungguh akan sulit memulihkan hubungan suami dan istri yang telah ternodai oleh perselingkuhan. Cara lain dari bentuk ketidaksiaan terhadap suami / istri adalah melanggar kepercayaan yang telah diberikan oleh pasangannya. Bila suami / istri dianggap sudah melanggar kepercayaan yang sudah diberikan pasangannya,  maka hal ini sedikit demi sedikit akan merusak pernikahan anda.

FAIR.  Adil. Marah atau rasa tidak suka menimbulkan sikap tidak adil.


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hi, .. Thank you for visiting and taking your time to read my posts in this blog. Although sometimes I can not always reply to every comment that comes, but I am very happy to receive and read it.

I'm waiting for comments, feedback, emails and sharing your posting. Hope you enjoy visiting my blogspot.
Greetings success!!