My Youtube

Loading...

Google+ Followers

Minggu, 24 Maret 2013

My Biography

~ My Childhood ~


Saya lahir di sukabumi kota, di rumah sakit kecil bernama "Rido Galih", pada tanggal 10 Desember 1977. Saya anak tertua dari enam bersaudara. Nama ayah saya adalah Ondang Sutarsa ​​dan nama ibu saya adalah Nina Herlina. Orangtua saya keturunan Sunda asli. Saya dibesarkan di sebuah keluarga religius dan sederhana. Bagi saya dan keluarga saya, musik adalah bagian dari kehidupan kami. Saya suka menyanyi. Saya sering bernyanyi dengan adik-adik saya.  Saya menyanyi sejak usia 11 tahun, ketika masih bersekolah di SD kabluk 3-4 Semarang Timur, kelas 5 SD.



Suatu hari ayah membawa pulang, alat musik  keyboard dari kantor,.. sejak itu setiap jam 4 sore kami bertiga diminta untuk latihan nyanyi. Suasana rumah menjadi hangat dan ceria saat mulai terdengan alunan musik dari keyboard yg dimainkan oleh ayah saya. Terkadang jika pulang sekolah,.. saya suka diam-diam latihan keyboard sendiri, keingintahuan saya akan keyboard cukup tinggi saat itu. Saya ingin mahir memainkan alat musik itu. Sempat terpikir ingin menjadi pianis, tetapi ternyata jalan hidup saya tidak menuju kearah sana.  Jika sudah mulai terdengar suara mobil ayah saya memasuki garasi, saya buru-buru mematikan dan menyimpan kembali keyboard itu. Takut dimarahi karena memainkannya secara diam-diam. tetapi lama-kelamaan ayah saya tahu,... ketakutan saya tidak terbukti,... beliau tidak memarahi saya namun membantu saya mengajari bermain keyboard. Akhirnya dengan niat tinggi, tekun berlatih,... dan berlatih,.. sayapun mahir memainkan alat musik itu, tanpa melalui kursus. 

Debut pertama kami sebagai penyanyi "Trio", ketika diminta menyanyi di malam acara  lepas sambut komandan kepolisian di Poltabes Semarang. Saat itu ayah saya terbentuk dalam suatu Grup musik "The Bojonk" milik poltabes semarang. Sejak penampilan pertama itu saya dan adik-adik saya sering diminta untuk menyanyi dalam suatu acara yang diadakan oleh Poltabes. Disamping itu juga sering menyanyi untuk memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 agustus di komplek perumahaan kami, di Aspol Kabluk Semarang. Nama kami bertiga bersinar saat itu, alhamdulillah dari hasil menyanyi dapat membantu orang tua, membeli sebagian peralatan sekolah, dll... tetapi lebih sering kami berikan kepada orang tua.

Akhirnya kami lebih sering dikenal dengan nama "Trio The Bojonk Kids", lagu-lagu yang kami bawakan beragam mulai dari lagu pop, rock, dll. Sejak kecil saya juga senang menulis lirik lagu sederhana. Bakat ini diturunkan dari Ayah saya, yang mempunyai darah Seni yang sangat kental di keluarganya.Nama kami bertiga bersinar sebagai penyanyi trio cilik, dibawah bendera "the bojonk grup" poltabes semarang. Kami pernah juga diminta menyanyi untuk acara "malam dana banjir",.. ketika terjadi banjir bandang di semarang,.. lucunya,.. saat itu rumah kami juga ikut kebanjiran, seingat saya tingginya air waktu itu sebatas leher saya,... meski kami dalam keadaan musibahpun, tetapi kami senang juga dapat menghibur korban banjir lainnya,...heheehe,...


~ Teenager ~
        
Tahun 1990, Ayah saya pindah tugas ke salatiga, sebagai wakapolres salatiga saat itu. Ketika itu saya murid baru di SMP negeri 1 Salatiga. Dengan kepindahan kami ke salatiga, intensitas kami sebagai penyanyi Trio semakin sering, karena setiap ada acara di Polres Salatiga, kami pasti diwajibkan menyanyi. Pengalaman menjelajahi dunia tarik suara buat saya dan adik-adik saya, itu berkat bantuan kedua orang tua saya, bagaimana mereka dengan sabar mengajari kami trik-trik suara, pengambilan napas, vibrasi dll. 

Saya dan adik-adik belajar musik dan vokal secara otodidak. tidak ada basic kursus musik atau vocal. Orang tua saya hanya memberikan buku-buku musik, dan memfasilitasi kami dengan alat musik yang ingin kami pelajari.  Alat musik lain yang saya pelajari adalah gitar, dalam waktu seminggu saya belajar menghafalkan kunci-kuncinya, alhamdulillah meski tidak dapat dibilang "mahir" tetapi paling tidak saya dapat memainkan alat musik itu  dengan baik, begitupun dengan alat musik drum. saya hanya sedikit mempelajarinya. Untuk penampilan panggung saya banyak belajar dari orang tua saya, cara menghadapi audience / penonton, bagaimana mengatasi rasa gugup,...:)

Barulah aktifitas sebagai penyanyi Trio berhenti, ketika saya masuk SMA. Saya mulai disibukkan dengan aktifitas di sekolah. Ketika usia 17 tahun, ayah saya berinisiatis merekam lagu-lagu yang kami buat sendiri. Rekaman itu hanya untuk jadi koleksi pribadi keluarga kami saja. Kegiatan menyanyi dan bermain musik hanya untuk mengisi waktu luang saya di rumah. Hanya adik saya saja "Indra" yang sering tampil menyanyi solo. Dia juga sering ikut ajang kejuaraan menyanyi dan sudah banyak piala penghargaan yg didapatkannya.

~ Go To College ~

Setelah lulus SMA,.. saya melanjutkan kuliah di Bandung. Saya mengambil D3 disalah satu perguruan tinggi di bandung, mengambil jurusan Perbankan. 3 tahun saya menimba ilmu dan berhasil mendapatkan Gelar D3, kemudian saya melanjutkan pendidikan S1 di Universitas bandung raya, mengambil jurusan ekonomi manajemen.

Kenangan yang paling berkesan pada masa ini, adalah saat ospek di universitas bandung raya,  kami para peserta ospek diharuskan meminta tanda tangan senior yang mementoring kami.  Entah bagaimana mulanya,... untuk mendapatkan tanda tangan senior, saya di tantang untuk refling dari  lantai 4. Saya pikir dari banyak calon mahasiswa dan mahasiswi yang bergerombol meminta tanda tangan, mereka bersedia semua,... ternyata,.. ketika dipanggil namanya,.. dari ribuan orang hanya 4 orang berani. 2 orang pria dan 2 orang wanita,  salah satunya adalah saya. Jujur,... sebetulnya hati saya agak kaget,..hehehe,... tapi saya tidak mau menyerah begitu saja,...  apa salahnya saya coba,... meski ngeri juga harus refling dengan ketinggian yang menurut ukuran saya, sangat tinggi,....

Setelah dibantu menggunakan tali pengaman dll,... saya dan 3 teman saya menuju ke atap kampus,... saya mendapat urutan paling akhir. Lucu, ... gadis pendiam dan pemalu seperti saya,.. kini harus refling dihadapan teman-teman sesama calon mahasiswa. Alhamdulillah,... ada senior yang memberi arahan apa yang harus saya lakukan ketika refling,... akhirnyaaaaa semuanya dapat berjalan dengan lancarrr sesuai harapan,...

~ Falling In Love ~

Tahun 1998, Secara tidak sengaja Saya Jatuh Cinta pada seorang pria. Yang saat itu dia sengaja menelepon ke kost-kostan saya, dan mengajak saya kenalan. Setelah berbicara panjang lebar dengannya,.. belakangan saya tahu namanya Akmil Satria. Jujur, ketika saya masih SMA, saya banyak mendengar mengenai dirinya. Disini Saya tidak akan banyak bercerita panjang. Namun  saat itu adalah jatuh cinta berat yang paling parah  yang pernah saya rasakan. Dalam hidup saya hanya sekali jatuh cinta, yakni pada suami saya. Kalau dipikir-pikir pertemuan kami seperti kisah dongeng. 

Tahun 2002, tepatnya di lampung 12 oktober 2002, Akhirnya kami menikah. Saat itu ayah saya  menjabat sebagai kaditpers polda lampung. Mendapat restu dari Allah, orang tua dan banyak tamu yang menghadiri pernikahan kami. Hanya kebahagiaan yang kami rasakan. Disinilah dimulai babak baru perjalanan hidup saya  sebagai seorang  Persit kartika Chandra Kirana. Menikahi seorang anggota TNI berarti harus siap segala sesuatunya. Semua kita lakukan dengan ikhlas, terkadang kepentingan pribadi harus terkalahkan demi besarnya cinta kepada suami.

Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari Keluarga besar Grup-1 Kopassus. Disinilah saya di tempa. Persit telah memberikan saya bekal, wawasan yg cukup besar. Pengalaman itu tidak akan mungkin dilupakan dan berguna bagi saya. Saya sungguh berterima kasih kepada Persit yang telah mendidik saya. Sebagai anggota Persit kami selalu mendapat arahan, agar dapat mendorong suami dalam bekerja dimanapun mereka berada. "Di sinilah peran nyata yang harus ditunjukkan istri prajurit. Jangan pernah memberatkan tugas suami, karena mereka bertugas untuk membela negara.

Seringnya istri prajurit ditinggal tugas oleh suami, mengharuskan istri-istri para prajurit lebih kreatif untuk mengatur manajemen keluarga dan mendidik anaknya. "Pengalaman saya waktu ditinggal suami ke Irian Jaya  membuat saya menjadi tegar dalam mendidik anak dan menjaga manajemen keluarga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hi, .. Thank you for visiting and taking your time to read my posts in this blog. Although sometimes I can not always reply to every comment that comes, but I am very happy to receive and read it.

I'm waiting for comments, feedback, emails and sharing your posting. Hope you enjoy visiting my blogspot.
Greetings success!!